APA ITU KNOWLEDGE MANAGEMENT
Organisasi dan perusahaan di dunia ini sebenarnya sudah sejak lama menderita kerugian karena tidak mengelola pengetahuan pegawainya dengan baik. Konon kabarnya di suatu institusi pemerintah, hanya karena PNS yang sudah 30 tahun mengurusi listrik dan AC masuk masa pensiun, sehari setelah itu listrik dan AC masih belum menyala ketika para pegawai sudah masuk kantor. Ya, tidak ada yang menyalakan listrik dan AC, karena hanya si PNS itu yang tiap pagi selama 30 tahun menyalakan listrik dan AC.
Organisasi dan perusahaan tidak mengelola pengetahuannya dengan baik, sehingga transfer pengetahuan tidak terjadi. Organisasi perlu mengelola pengetahuan anggotanya di segala level untuk:
* Mengetahui kekuatan (dan penempatan) seluruh SDM
* Penggunaan kembali pengetahuan yang sudah ada alias tidak perlu mengulangi proses kegagalan
* Mempercepat proses penciptaan pengetahuan baru dari pengetahuan yang ada
* Menjaga pergerakan organisasi tetap stabil meskipun terjadi arus keluar-masuk SDM
Nah, sebenarnya yang berkewajiban mengelola pengetahuan itu individunya atau organisasinya? Sebenarnya setiap orang harus mengelola pengetahuan mereka sendiri, karena yang paling berkepentingan mendapatkan manfaat dari pengelolaan pengetahuan itu adalah individu. Ketika semua pengetahuan yang saya dapat ketika bekerja, part time atau menggarap project saya explicit-kan dalam bentuk tulisan. Kemudian saya simpan rapi dan kalau perlu saya database-kan sehingga muda saya cari kembali, ini semua membantu dan mempercepat kerja saya ketika masalah serupa datang. Kalaupun saya pindah kerja, knowledge base yang saya miliki tadi menjadi “barang berharga” yang bisa saya “jual” dalam bentuk skill dan kemampuan ke perusahaan baru.
KNOWLEDGE atau PENGETAHUAN yang berkali-kali kita bicarakan itu sebenarnya makhluk apa. Pengetahuan itu bisa dibagi menjadi dua:
1. Explicit Knowledge:
pengetahuan yang tertulis, terarsip, tersebar (cetak maupun
elektronik) dan bisa sebagai bahan pembelajaran (reference) untuk orang lain. Dari
contoh di atas, ketika seorang member milis memberi solusi dari buku, maka
sebenarnya itu adalah bentuk explicit knowledge.
2. Tacit Knowledge:
pengetahuan yang berbentuk know-how, pengalaman, skill,
pemahaman, maupun rules of thumb. Nah dari contoh di atas, ketika seorang member
milis menjawab berdasarkan pengalaman dia, hasil ngoprek atau nggak sengaja dapat
solusi misalnya, itu semua adalah tacit knowledge. Tacit knowledge ini kadang susah
kita ungkapkan atau kita tulis. Contohnya, seorang koki hebat kadang ketika menulis
resep masakan, terpaksa menggunakan ungkapan “garam secukupnya” atau “gula
secukupnya”. Soalnya memang dia sendiri nggak pernah ngukur berapa gram itu
garam dan gula, semua menggunakan know-how dan pengalaman selama puluhan
tahun memasak. Itulah kenapa Michael Polyani mengatakan bahwa pengetahuan kita
jauh lebih banyak daripada yang kita ceritakan :)
3 pengetian dari 8 cara capture management
Elektronik Brainstorming
Apakah merupakan komputer-aided pendekatan untuk menangani beberapa ahli.
Biasanya diawali dengan pra-sesi rencana yang mengidentifikasi tujuan dan struktur agenda, yang kemudian disampaikan kepada para ahli untuk persetujuan.
Pada sesi, setiap ahli duduk pada PC dan mendapatkan diri mereka terlibat dalam pendekatan yang telah ditetapkan terhadap penyelesaian masalah, dan kemudian menghasilkan ide.
Hal ini memungkinkan para pakar untuk menyampaikan pendapat mereka melalui PC tanpa harus menunggu giliran untuk mereka.
Biasanya komentar / saran elektronik yang ditampilkan pada layar besar tanpa mengidentifikasi sumber.
Pendekatan ini akan melindungi introvert ahli dan mencegah tag komentar kepada individu.
Manfaat termasuk meningkatkan komunikasi, efektif diskusi mengenai isu-isu sensitif, dan ditutup rapat dengan ringkas rekomendasi untuk tindakan yang diperlukan (lihat Gambar 5.1 untuk urutan langkah).
Hal ini akhirnya menyebabkan konvergensi ide dan membantu untuk menetapkan spesifikasi akhir.
Hasilnya biasanya joint kepemilikan dari solusi.
Analisis protokol (Pikirkan Metode-aloud)
Dalam hal ini, protokol (skenario), yang dikumpulkan dengan meminta ahli untuk memecahkan masalah yang spesifik dan dgn kata-kata mereka menyatakan keputusan oleh proses langsung apa yang mereka pikirkan.
Pengetahuan pengembang tidak mengganggu untuk sementara waktu.
Elicited informasi yang terstruktur nanti apabila pengetahuan pengembang menganalisis protokol.
Berikut istilah skenario merujuk ke kompleks rinci dan entah bagaimana urutan kejadian atau lebih tepatnya, sebuah episode.
Sebuah skenario dapat melibatkan individu dan objek.
Sebuah skenario nyata memberikan visi bagaimana beberapa kegiatan tertentu manusia dapat didukung oleh teknologi informasi.
Konsensus pengambilan keputusan
Konsensus pengambilan keputusan biasanya Brainstorming berikut.
Hal ini efektif jika dan hanya jika setiap ahli telah diberikan sama dengan yang memadai dan kesempatan untuk menyampaikan pandangan.
Dalam rangka untuk tiba di sebuah konsensus, pengetahuan pengembang melakukan latihan mencoba untuk apel yang ahli terhadap satu atau dua alternatif.
Pengetahuan pengembang berikut prosedur yang dirancang untuk memastikan keadilan dan standarisasi.
Metode ini demokratis di alam.
Metode ini dapat membosankan dan kadang-kadang dapat mengambil jam.




